Kamis, 15 Juli 2010

Cita-Cita Sederhana

NABI Khongcu pada usianya yang ke 50-an mengadakan pengembaraan ke berbagai Negara selama 13 tahun, semasa hidupnya pada jaman Chun Chiu (+/- 500 SM).

Dengan tujuan untuk menyebarkan ajaran “dengan Kebajikan melayani masyarakat, dimulai dari pembinaan diri yang selaras watak sejati, merukunkan keluarga, bertenggang rasa kepada sesama, mengasihi masyarakat, mensejahterakan Negara, dan turut mendamaikan dunia.” Sebagaimana tertulis dalam kitab Cung Yung/ Tengah Sempurna: “Firman Tuhan itulah dinamai Watak Sejati manusia, hidup mengikuti Watak Sejati itulah dinamai menempuh Jalan Suci, bimbingan menempuh Jalan Suci itulah dinamai Agama.” Dan didalam kitab Da-Xue/ Ajaran Besar tertulis: “Inti ajaran Da-Xue adalah menggemilangkan Kebajikan yang bercahaya, mengasihi rakyat, dan bertahan pada puncak kebaikan.”

Selama pengembaraan Beliau, berbagai pengalaman dan sabda-sabda Nya dibukukan oleh murid-muridnya ke dalam kitab suci Lun Yu / Sabda Suci (satu bagian dari kitab suci Se-Su/ Kitab yang Empat). Salah sebuah kisah perjalanan Nabi Khongcu yang cukup populer yang dicatatkan juga dalam San Ce Jing adalah Suatu ketika rombongan Guru dan murid melintasi sebuah desa, menemukan ditengah jalan ada seorang anak kecil berusia 7 tahun bermain benteng-bentengan dari tanah, menghalangi lintasan kereta kuda tumpangan Nabi Khongcu.

Lalu seorang murid menghampiri anak kecil yang bernama Xiang-Tuo itu, bermaksud memintanya minggir. Xiang-Tuo berargumen, “Ini adalah benteng saya, menurut logika, kereta kuda yang mengitari benteng, atau benteng yang menghindari kereta kuda?” Argumentasi tersebut disampaikan ke Nabi, lalu Nabi tertarik dan turun dari kereta kuda menghampiri anak kecil itu. Xiang-Tuo kembali berkata: ”Saya bersedia minggir, tetapi Tuan harus menjawab beberapa pertanyaan saya.” Dan Nabi menyanggupi. Xiang-Tuo memulai dengan pertanyaan: ”Mengapa angsa bisa mengeluarkan suara keras?” Nabi menjawab dengan enteng: ”Karena angsa punya leher yang panjang tentunya.” Xiang-Tuo tidak puas dan menimpali: ”Lalu kodok yang lehernya pendek mengapa juga bisa bersuara keras?” Xiang-Tuo kembali mengajukan pertanyaan: “

Jarak matahari pada pagi atau siang hari, mana lebih dekat ke kita?” Nabi menjawab lagi: ”Karena pagi hari udara terasa sejuk, dan siang hari udara terasa panas, maka matahari siang lebih dekat jaraknya ke kita.” Xiang-Tuo membantah lagi dengan argumennya: ”Kalau begitu kenapa ukuran matahari pagi terlihat lebih besar dibanding matahari pada siang hari?” Nabi tertegun dibuat oleh logika anak kecil itu, dan kemudian Ia pun berdialog cukup lama dengan Xiang-Tuo. Peristiwa ini dicatat oleh murid-murid Nya sebagai sebuah sikap keteladanan Nabi yang rendah hati. Beliau tetap tidak sombong atau menganggap remeh, sebaliknya memperlihatkan sifat ke- Nabi-an nya yang suka belajar dari siapa saja, meski kepada seorang anak kecil jua.

Nabi Khongcu sejak berusia 3 tahun telah kehilangan kasih sayang ayahnya yang meninggal dunia, sehingga masa kecil hidup dalam kemiskinan bersama Ibunda tercintanya, yang sangat bijaksana membesarkan Khong-Chiu (nama kecil Khongcu), dan berhasil menanamkan nilai-nilai kebajikan serta hobby belajar yang sangat kuat dalam diriNya. Semasa kecil Khong-Chiu banyak menderita dan pernah mengerjakan berbagai pekerjaan kasar, sehingga banyaklah keterampilanNya. Sejak usia 15 tahun telah kuat semangat belajarNya. Ia pernah bersabda: ”Aku bukanlah pandai sejak lahir, Aku hanya suka mempelajari kitab-kitab kuno, dan di waktu belajar Aku sampai lupa makan dan minum, di waktu mengajar Aku lupa akan perasaan capai. Cita-cita Ku hanya ingin membahagiakan orang yang sudah lanjut usianya, bersikap dapat dipercaya kepada kawan dan sahabat, dan mengasuh orang muda dengan penuh kasih sayang.”

Meski cita-cita Khongcu nampak sederhana, namun bila kita teliti kedalam diri kita, untuk melaksanakan salah satu saja dari ketiga cita-cita tersebut secara konsekwen, sudah sukarnya bukan main. Dan seandainya ketiga cita-cita tersebut dapat dilakukan setiap orang, tentu dunia akan damai sejahtera. Karena untuk membahagiakan orang tua, berarti kita selain bekerja keras mencukupi sandang pangannya, juga kita wajib menjaga sikap agar tidak mencemari nama baik orang tua. Sebagaimana disabdakan, “Berbakti kepada orang tua ada 3 tingkatan; yang terbesar dapat memuliakan orang tua, yang kedua tidak memalukan orang tua, dan yang paling bawah adalah hanya dapat memberi perawatan…Dengan berbakti kepada orangtua, adalah permulaan berbakti kepada Tuhan” (Kitab Kesusilaan)
Kemudian untuk bersikap dapat dipercaya kawan dan sahabat, berarti kita tepat janji dan suka membantu serta pemaaf. Sementara cita-cita ketiga mengasuh para muda dengan penuh kasih sayang, selain kita wajib mengajari, membimbing serta memberi perhatian, kita juga wajib menjadi teladan yang baik, yang berarti tidak berbuat hal-hal yang melanggar kesusilaan.
Demikianlah meski dengan 3 cita-cita sederhana, kiranya sudah mencakupi segala aspek kehidupan manusia agar hidup didalam Jalan Suci yang diridhoi Tuhan dengan tidak berbuat hal yang diluar kebajikan.
(Js.Drs.Rasmadi, MAKIN Medan-Sumut)

Sumber : Pontianak Post

Read More......

Puasa Dalam Agama Khonghucu

Dalam agama Khonghucu, kita mengenal adanya ibadah berpuasa (Chai). Sebagaimana tertulis dalam Kitab Kesusilaan (Li-Ji) XXII yang berbunyi: “Ketika tiba waktu menaikan sembahyang, seorang Susilawan akan bersuci diri dengan cara berpuasa lahir bathin.

”Di dalam Kitab Tengah Sempurna (Zhong Yung) XV:3 juga tertulis: ”Maha besar Tuhan YME, demikianlah menjadikan umat manusia di dunia berpuasa membersihkan hati dan mengenakan pakaian lengkap, sujud bersembahyang kepada Nya, terasakan kehadiranNya diatas dan di kanan kiri kita.”Makna puasa dalam agama Khonghucu ada 2, yaitu: sebagai sarana mensucikan diri dalam persiapan melaksanakan sembahyang besar kepada Tuhan YME. Kedua, sebagai pelatihan mengendalikan diri agar selalu dapat menjaga perilaku, tutur kata, dan perbuatan yang tidak melanggar kesusilaan, sehingga jiwa kita sepenuhnya dapat kembali pada Cinta Kasih.

Nabi Khongcu bersabda ”Bila setiap orang dalam setiap hari dapat kembali kepada Kesusilaan, maka dunia akan kembali kepada Cinta Kasih.”Puasa dari bentuknya, Kita menggolongkan puasa menjadi 2 jenis, yaitu Puasa secara Rohani dan Puasa secara Jasmani.Puasa secara Rohani itu, wajib dilakukan secara terus menerus setiap saat oleh umat, wujudnya adalah : memegang teguh pada sikap yang membatasi diri terhadap 4 pantangan, yaitu “Tidak melihat yang tidak susila, tidak mendengar yang tidak susila, tidak membicarakan yang tidak susila, dan tidak melakukan yang tidak susila.” Sementara Puasa secara Jasmani, ada beberapa bentuk, secara garis besarnya adalah Berpantang makan daging (vegetarian) secara berkala pada hari sembahyang tertentu, Berpantang makan daging secara permanen. Puasa penuh, tidak makan dan minum dari pagi sampai sore pada hari sebelum melakukan sembahyang besar.
Perlu menjadi catatan, bahwa pada saat melaksanakan Puasa secara Jasmani itu, tidak boleh meninggalkan Puasa Rohaninya.
Secara lebih detail Puasa secara Jasmani, dalam perkembangan kehidupan masyarakat umat Khonghucu, dikenal beberapa bentuk yang lazimnya dilaksanakan dalam beberapa tingkatan, yaitu:
- Yue Lo Chai : Berpantang daging pada hari pertama setiap bulan Imlek (Lunar)- Cheng Huang Chai: Berpantang daging pada hari ke-1 dan ke-15 setiap bulan Imlek.- Kuan In Chai: Berpantang daging pada hari ke-2, ke-6, dan ke-9 tiap bulan Imlek.- Tsao Wang Chai: Berpantang daging pada hari ke-1, ke-3, ke-5, ke-6 tiap bulan Imlek.- Chin Huang Chai: Berpantang daging selama 9 hari penuh pada bulan ke-9 Imlek, atau 1 bulan penuh.- Chang Chai: Berpantang daging, minuman keras, bawang putih secara terus menerus, dan bilamana hal itu dapat dilaksanakan selama 3 tahun berturut-turut, disebut “Chang Su/ Mutih”. Yang dilakukan dalam bersuci diri itu ialah mensucikan yang tidak suci sehingga semuanya suci. Karena itu seorang Susilawan kalau tidak ada urusan besar, kalau tidak benar-benar didorong oleh rasa sujud dan hormat, ia tidak mencoba penyucian diri ini. Bila ia tidak sedang bersuci diri, ia tidak was-was terhadap pengaruh benda-benda, ia juga tidak menghentikan berbagai kegemaran dan keinginan yang positif.
Tetapi setelah ia bermaksud bersuci diri, ia lalu mawas terhadap segala pengaruh benda-benda yang menyesatkan dan dikendalikan berbagai kegemaran dan keinginannya. Telinganya tidak mendengarkan musik; seperti yang tertulis di dalam kitab Kesusilaan, “Bahwa orang yang bersuci diri, tiada musik baginya.”Ayat ini hendak mengatakan bahwa ia tidak berani membiarkan citanya. Hati tidak berani memperturuti pikiran sia-sia, ia mesti memadukan diri didalam Jalan Suci. Ia tidak membiarkan kaki tangannya melakukan gerak langkah yang sia-sia, tetapi memadukannya di dalam kesusilaan. Ia benar-benar berusaha luas sempurnakan sari dan kecerahan kebajikannya.Di dalam Kitab Sabda Suci (Lun Yu) X:7 tertulis :”Pada waktu bersuci diri selalu mengenakan pakaian kain linen yang bersih. Pada waktu bersuci diri, macam makan Nabi Khongcu diubah, demikian pula tempat duduk-Nya berpindah dari tempat duduk biasa.”Pada saat menjelang sembahyang besar “Cing Thien Kong/ Pai Thi Kong” Berpantang daging dan berpuasa 1 hari setelah merayakan Tahun Baru Imlek, pada tanggal 2 s/d 8 bulan pertama Imlek, dengan cara seperti berikut :* Pada tanggal 2 s/d 7 bulan pertama Imlek, makannya tanpa daging.* Pada tanggal 8 bulan pertama Imlek dilakukan puasa penuh dari pukul 05.30 s/d pukul 22.00. Sebelumnya pada sore harinya tanggal 8 tersebut saat mandi keramas.* Tepat pada pukul 21.00 saat dimulai sembahyang besar s/d pukul 22.00* Selesai sembahyang baru dimulai berbuka puasa dengan makanan tanpa daging.

Sumber : Pontianak Pos

Read More......

8 x 3 = 23!

Sang Guru Bijak mempunyai banyak murid yang datang dari berbagai latar belakang sosial, etnis dan agama. Tak pernah ia menolak calon murid. Syaratnya harus sungguh-sungguh belajar. Ia kecewa terhadap murid yang malas.

SI PUTIH adalah murid terpandai Sang Guru Bijak. Suatu hari ia ditantang murid yang paling bodoh. “Putih, kalau kamu memang pandai, coba jawab berapa 8 x 3 itu?”
Secara spontan Putih langsung menyebut angka 24.
“Salah”, kata si Bodoh. “Yang benar adalah 23!”
Tak lama kemudian kedua murid tersebut berdebat tiada habisnya. Masing-masing mempertahankan kebenarannya sendiri. Masing-masing berkeras dan tak ada yang mau mengalah. Tak tahan berdebat berkepanjangan, si Bodoh lalu menantang Putih bertaruh, “Begini Putih, seandainya 8 x 3 = 24, kamulah yang benar. Aku rela menggorok batang leherku sendiri. Namun kalau yang benar ternyata 23, kamu harus mencopot topimu”.
Berusaha mencegah pertaruhan itu, Si Putih berkata, “Saudaraku, tiada gunanya pertaruhan ini. Saya tidak mau kamu menjadi korban sia-sia”.
Si Bodoh tetap bertekad meneruskan pertaruhan itu dan bahkan meminta Sang Guru Bijak menjadi wasit. “Apa yang Guru katakan, itulah kebenaran,” lanjut si Bodoh.
Dengan lesu tak bersemangat Si Putih pun terpaksa menuruti permintaan saudara seperguruannya itu. Keduanya lalu menghadap Gurunya dan menceritakan kembali jalannya perdebatan antara mereka. Sang Guru pun tersenyum, mengangguk-angguk lalu berkata bahwa 8 x 3 = 23!
Betapa kecewanya Si Putih. Saat itu respeknya pada Sang Guru merosot ke titik terendah. Ia merasa dibohongi orang yang selama ini begitu dihormati dan dijunjung amat tinggi. Dengan kesal, marah dan amat kecewa, ia lalu membanting topinya. Setengah berteriak Ia pun berkata, “Lebih baik aku pulang ke kampung, hidup dengan kejujuran, keluguan dan kesederhanaan, ketimbang hidup di tengah-tengah kebohongan, kemunafikan dan kepura-puraan.”
Melihat reaksi Putih, Sang Guru tetap saja tersenyum. Lalu dengan suara lembut beliau berkata, “Kalau kamu memang sudah bertekad mundur dan pulang ke kampung, aku tidak bisa mencegah. Namun, kalau kamu masih mau mendengarkan, dengarlah nasihatku ini: sekiranya dalam perjalanan pulang nanti terjadi hujan yang sangat lebat, hati-hatilah. Jangan bernaung di bawah pohon besar, karena pohon itu akan tumbang dan menimpamu.”
Sambil ngedumel tak jelas, Putih pun langsung keluar pergi tanpa sempat mengucapkan kata pamit kepada gurunya. Ia begitu marah dan kecewa. Sifatnya berubah total saat itu.
Di tengah perjalanan, tiba-tiba cuaca berubah drastis. Langit yang semula cerah, terang benderang, mendadak berubah hitam pekat. Kilat menyambar-nyambar, guntur berkelebat. Hujan deras pun seolah-olah ditumpahkan dari langit. Hati Putih tercekat dan kala matanya melihat ada sebuah pohon besar di atasnya, secara refleks ia pun menghindar. Pada saat itu pohon besar itu tumbang dengan diiringi suara yang amat gemuruh. Putih bergidik dan menghela nafas. Hampir saja nyawanya melayang meninggalkan raganya.
Setelah lepas dari kagetnya, Putih pun tersadar bahwa Sang Guru benar-benar bukan manusia sembarangan, tapi manusia luar biasa yang mampu membaca apa yang akan terjadi. Putih pun lantas berbalik kanan. Tidak jadi pulang kampung, tapi kembali lagi ke rumah Sang Guru, untuk memohon maaf dan mohon diterima kembali sebagai murid Sang Guru Bijak yang ternyata amat arif bijaksana.
Di depan pintu rumah, gurunya ternyata sudah menunggunya sambil tersenyum dan mengelus-elus jenggotnya yang panjang. Putih pun terkesima. Sebelum sempat ia mengucap sepatah kata pun, gurunya berkata, “Putih, Putih, 8 x 3 ya 24! Namun, seandainya tadi kukatakan 8 x 3 = 24, kamu akan menyesal seumur hidupmu. Kamu akan merasa menjadi pembunuh bagi saudararnu sendiri. Sepanjang hayat penyesalan apa pun tidak ada gunanya. Hidupmu akan tersiksa selamanya. 8 x 3 = 24 hanyalah kebenaran kecil, kebenaran matematis. Namun 8 x 3 = 23 dalam konteks tadi adalah Kebenaran Besar, karena menyangkut nyawa manusia. Nyawa saudaramu sendiri.”
Sang murid terperangah dan menunduk malu. “Ingatlah muridku, hidup ini penuh warna. Setiap warna mempunyai arti tersendiri. Namun, tidak semua bisa dibaca dengan mata biasa. Harus dibaca dengan kejernihan mata hati, kebesaran jiwa, kelapangan dada. Kalau hanya soal hitam putih, semua orang pasti bisa membedakannya. Ka1au sudah beraneka warna, sungguh sulit dan rumit untuk mengatakan manakah yang lebih indah, mana kurang baik. Demikian pula soal kebenaran. Dengan mudah, jelas, Ia akan mudah dibedakan dengan kejahatan. Namun, acapkali persoalannya menjadi kabur kala kebenaran versi satu berhadapan dengan versi lainnya. Di sinilah kejernihan mata hati yang harus menentukan. Renungkanlah muridku.”
Putih pun merenung, belajar dan belajar. Pada akhirnya, jadilah dia murid terbaik dari semua murid Sang Guru Bijak. Sayang Putih berumur pendek. Kematiannya di usia muda amat mendukakan Sang Guru, yang sudah menggadang-gadangkannya menjadi penerusnya.
Sumber : Pontianak Pos

Read More......

Orang Jenius

Orang jenius adalah yang mampu mengoptimalkan fungsi otak kiri n kanan.
Tentu anda pada tahu dong, bahwa otak kiri dan kanan memiliki fungsi kerja yang berbeda-beda.

contohnya, dalam urusan imaginasi dan berbahasa otak kanan lah yang paling dominan untuk kerja sedangkan otak kiri diserahkan urusan hitung menghitung (pokoke yang berbau matematik deh). Artinya; misalnya anda mo ulangan matematika, maka anda harus mempersiapkan otak kiri dan menjadikan otak kiri tersebut dominan dalam bekerja. sedangkan, ketika mo buat karya seni, ya... sebaliknya anda harus mempersiapkan otak kanan untuk dapat optimal dan mendominasi kerja otak kanan...

Dalam ilmu science, ditemukan bahwa sebenarnya dalam saat yang sama kita melakukan aktivitas, otak kita (yang bagian kiri dan kanan) itu tidak bekerja secara bersamaan. artinya, salah satu ada yang menjadi leader dan berfungsi secara dominan. dan tiap beberapa menit (kalo gak salah tiap 30 menit, sorry agak lupa), bagian otak kita berganti peran... misalnya dari otak kiri yang dominan menjadi otak kanan yang dominan...

Caranya dengan menghela nafas kita dari salah satu lubang hidung

Lohh koq bisa??

Bisalah..nihh 1 fakta ttng otak

otak kita mengatur semua organ tubuh kita secara silang. artinya; otak kanan akan mengatur bagian tubuh bagian kiri dan otak kiri akan mengatur bagian tubuh sebelah kanan...

Ketika anda menutup lubang hidung bagian kanan, kemudian menghela nafas panjang, tahan kemudian keluarkan (dilakukan untuk beberapa saat) artinya anda sedang memberikan oksigen pada otak bagian kanan. sehingga otak bagian kanan akan memiliki energi yang cukup untuk mendominasi kerja. atau bahkan, dengan supply oksigen yang cukup maka otak kanan akan bekerja secara optimal.

Dan sebaliknya, ketika anda menutup lubang hidung bagian kiri, kemudian menghela nafas panjang, tahan kemudian keluarkan artinya anda sedang memberikan oksigen pada otak bagian kiri sehingga otak bagian kanan akan memberikan cukup energi untuk bekerja.

untuk mengoptimalkan otak kanan tutup hidung kanan agar hidung hidung kiri yang bekerja

untuk mengoptimalkan otak kiri tutup hidung kiri agar hidung kanan yg bekerja

ingat tahan nafas sekuat anda,tapi harus rileks n nikmati buangan nafasnya..

contoh

Ketika anda akan ulangan matematika, tentunya anda ingin otak kiri agan membantu tugas ini dan bekerja secara optimal. artinya anda harus memberikan energi kepada otak bagian kiri ini untuk dapat beroperasi dengan baik... caranya, tutup lubang hidung bagian kiri dan mulailan menghirup oksigen dalam-dalam, tahan dan keluarkan secara perlahan... dan lakukan secara berulang2. Hal ini dapat mengaktifkan otak bagian kiri anda dan menjadikannya optimal, serta memberikan tanda kepada otak bagian kanan untuk beristirahat sejenak ketika otak kiri akan bekerja.

Sebaliknya ketika anda akan membuat puisi buat pacar (mo ngegombal gitu yaa)atau lgi nyotosop, tentunya anda ingin otak kanan anda membantu tugas ini dan bekerja secara optimal. artinya agan harus memberikan energi kepada otak bagian kanan ini untuk dapat beroperasi dengan baik... caranya, tutup lubang hidung bagian kanan dan mulailan menghirup oksigen dalam-dalam, tahan dan keluarkan secara perlahan... dan lakukan secara berulang2. Hal ini dapat mengaktifkan otak bagian kanan anda dan menjadikannya optimal, serta memberikan tanda kepada otak bagian kiri untuk beristirahat sejenak ketika otak kanan akan bekerja.

otak itu kan tidak dua, selain otak kiri dan kanan, juga ada otak tengan [midbrain] yang berfungsi untuk keseimbangan otak kiri dan kanan...saat ini kehebatan otak tengah sedang jadi perbincangan...karena otak tengah ini mampu memfungsikan fungsi berfikir dari manusia...orang yang telah memfungsikan otak tengahnya, ada yang bisa berjalan dengan di tutup mata, menggambar dll. Otak ini lebih baik di fungsikan saat usia anak golden age [usia emas] antara 0-5 tahun dan usia sekolah [6-15 tahun] ...

Read More......

Sabtu, 29 Mei 2010

Kayu Manis Turunkan Gula Darah


KOMPAS.com — Aroma wangi dari kulit kayu manis (Cassiavera) membuat tanaman rempah ini menjadi primadona sebagai penyedap kue dan minuman. Beberapa tahun terakhir ini, para ilmuwan berhasil mengungkap khasiat lain dari kayu manis, yakni menurunkan kadar gula darah.
Kayu manis atau cinnamon memiliki kandungan berbagai senyawa kimia, yaitu minyak atsiri eugenol, safrole, juga kandungan sinamaldehyde, tanin, kalsium oksalat, damar, dan penyamak.

Menurut Dr dr Amarullah Siregar, kayu manis memiliki efek biomolekuler di pankreas. "Kayu manis mengandung senyawa kimia yang disebut PTP1B yang bekerja mengaktifkan senyawa di pankreas dengan cara mengaktifkan sel beta yang berfungsi menghasilkan insulin," ujarnya.

Selanjutnya insulin akan membuka pintu sel darah merah sehingga gula bisa masuk dan diubah menjadi energi. Penderita diabetes tipe sensitivitas tubuh terhadap insulin berkurang sehingga kadar gula darah tetap tinggi karena tidak bisa masuk ke dalam sel.

Senyawa PTP1B juga akan bekerja di sel alfa yang berfungsi membantu hati menghasilkan glikogen. "Sel ini mengubah gula menjadi glikogen atau cadangan energi," kata Amarullah, pakar pengobatan naturopati.

Ia menambahkan, berbeda dengan obat-obat diabetes langsung menurunkan gula darah, obat herbal seperti kayu manis bekerja dengan cara mengoptimalisasi fungsi organ tubuh yang masih baik. "Kenaikan kadar gula darah hanyalah simptom dari gangguan insulin. Sumbernya merupakan pankreas yang bermasalah. Karena itu, fungsi pankreas harus diperbaiki," katanya.

Read More......

Ekstrak Daun Bambu Sehatkan Jantung

JAKARTA, KOMPAS.com - Masih banyak orang yang belum tahu, daun bambu termasuk herba potensial. Kandungan flavonoidnya cukup tinggi. Di Cina, ekstrak daun ini dimanfaatkan untuk melindungi jantung.

Selama ini, bagian tanaman bambu yang disering dimanfaatkan adalah batangnya. Daun dan bagian lainnya cuma jadi limbah. Berbeda dengan yang berlaku di Cina. Di Negeri Tirai Bambu, daun bambu justru memiliki sejarah pengobatan dan pangan yang panjang.

Manfaat daun bambu pertama kali diungkap dalam kitab Ming Yi Bie Lu (Catatan Dokter Ternama), yakni untuk meluruhkan dahak serta meredakan batuk dan susah napas. Khasiat lain di antaranya adalah menetralkan racun dalam tubuh.

Kamus Besar Herbal Cina juga menuliskan bahwa daun bambu berfungsi mengeluarkan panas, ampuh mengembalikan cairan, dan bersifat diuretik (melancarkan air seni). Tahun 1998, daun bambu dikategorikan oleh Badan Kesehatan Cina dalam daftar herbal alami untuk obat dan pangan.

Sejuk dan Harum
Jenis tanaman bernama Latin Phyllostachys nigra ini tumbuh di daerah Sungai Yangtze, tepatnya di Cina bagian selatan. Pakar kedokteran Cina kuno mendeskripsikan fungsi obat dan pangan daun bambu dalam kitab Yao Pin Hua Yi atau kitab penggalian arti herbal-herbal, yakni bersifat sejuk, harum, dapat masuk ke meridian jantung, rasanya pahit dan sejuk, chi-nya juga sejuk.

Penelitian menunjukkan, daun bambu mengandung banyak zat aktif, yakni flavonoid, polisakarida, klorofil, asam amino, vitamin, mikroelemen, dan sebagainya, sehingga baik untuk menurunkan lemak darah dan kolesterol. Juga bisa menurunkan oksidasi antioksidan atau radikal bebas, sebagai bahan antipenuaan, serta mampu menjaga stamina dan mencegah penyakit kardiovaskular.

Muliadi Lim OMD-oriental medical doctor dari Shanghai TC University mengungkapkan, kandungan flavonoid daun bambu memiliki efek positif pada kemoterapi terhadap sumsum tulang dan imunitas tubuh, bisa memperbaiki aliran mikrovaskular bagi penderita jantung, fungsi trombosit, dan peredaran darah di otot jantung.

Mirip Hemoglobin
Pakar kesehatan dari Jepang meyakini susunan flavonoid daun bambu mirip susunan hemoglobin. Karena itu, daun bambu bisa langsung disuntikkan ke dalam vena dan dapat meningkatkan efisiensinya.

Flavonoid daun bambu juga aman, tak beracun. Uniknya, flavonoid daun bambu merupakan sumber daya domestik flavonoid pertama yang ditemukan di negeri Cina dan telah dipatenkan secara resmi.

Badan Kesehatan di Provinsi Zhe Jiang-Cina, melalui tes toksiologi, melakukan uji oral ekstrak daun bambu pada tikus dengan dosis LD50, yang lebih besar dari 10g/kg berat badan tikus. Hasilnya daun bambu bebas racun.

Benarkah kandungan flavonoid daun bambu mampu menyehatkan jantung? Sebuah penelitian secara khusus dilakukan guna mengungkapkan manfaat flavonoid daun bambu terhadap pembuluh darah dan aliran darah pembuluh koroner.
Variasi penelitian dengan dosis tinggi, menengah, dan rendah, flavonoid daun bambu terbukti dapat memperlancar aliran darah koroner dari jantung Cavia cobaya (sejenis tikus) yang terpisah dengan badannya. Perhitungan terhadap grup dan masing-masing anggota grup mempunyai perbedaan yang signifikan, bertambah seiring dengan besarnya dosis.

Dosis tinggi, menengah, dan rendah flavonoid daun bambu dapat menambah daya kontraksi otot jantung dan perhitungan terhadap grup juga mempunyai perbedaan yang jelas. Efek dari grup dosis kecil (2,5 mg/ml) menerangkan hasil positif bagi fungsi fisiologi normal arteri koroner dan berpotensi mencegah terjadinya gangguan jantung.

Sejak tahun 1998, ahli di Cina telah banyak melakukan penelitian terhadap fungsi flavonoid daun bambu untuk menghambat oksidasi lemak. Contohnya, campuran segelas minuman cokelat dengan 1 persen ekstrak daun bambu secara signifikan meningkatkan antiradikal bebas sekaligus melindungi aktivitas vitamin A dan E.

Di pasar dalam negeri produk ekstrak daun bambu relatif belum banyak. Biasanya dalam bentuk tablet maupun sejenis makanan ringan yang dapat dikonsumsi, layaknya jajanan. Karena dalam bentuk ekstrak, tentu diperlukan sikap hati-hati dalam mengonsumsinya. Cara terbaik untuk mengurangi risiko, perhatikan legalitas produk seperti ada tidaknya sertifikasi dari Badan POM.

Manfaat Bambu dari Zaman ke Zaman
Berbagai kitab herbal, kitab obat klasik, dan farmakop Cina mencatat khasiat bambu dalam menyembuhkan penyakit. Di antaranya:
- Bie Lu. Daun bambu bersifat dingin, tidak beracun, untuk mengobati rasa panas di dada dan batuk.
- Sheng Hui Fang. Bubur daun bambu bisa menyembuhkan jantung panas pada anak kecil atau tidak sadarkan diri. Ramuannya: daun bambu 60 g, beras secukupnya, dan 15 g yin chen (wormwood/Artemisiae scopariae) dibuat bubur.
- Kitab Terapi Herbal. Daun bambu mampu menyembuhkan batuk, haus, dahak, radang tenggorokan, dan menghilangkan rasa panas.
- Ben Cao Qiu Zhen. Daun bambu bisa menyegarkan hati, menghangatkan limpa, menghilangkan riak dan dahaga, angin jahat, batuk, sesak, muntah darah, stroke ringan, dan lain lain.
- Yao Pin Hua Yi. Kitab yang dikenal sebagai Kitab Definisi Obat ini mencatat, daun bambu menyegarkan, agak pahit, mampu menetralkan semua chi dingin dan panas.
- Jing Yue (Kitab Herbal Klasik). Daun bambu, dengan aromanya yang ringan, bisa menetralkan rasa panas, terutama chi di jantung. Merupakan obat yang baik, terutama untuk mengobati dahaga karena hari panas, membersihkan sputum/riak di dada, meredakan rasa dingin dan lemah, batuk, dan asma. Hanya daun bambu yang bisa memasuki kandung empedu dan membawa chi netral ke dalam paru-paru untuk mengeluarkan panas.
- Ben Jing Feng Yuan. Dalam Kitab Herbal Klasik Shennong ini tertulis daun bambu menyembuhkan salah urat, luka, dan membunuh parasit.
- Kamus Besar Obat Cina. Daun bambu meredakan rasa cemas dan panas, serta melancarkan buang air kecil.@ Lalang Ken Handita

Read More......

Selasa, 25 Mei 2010

Saya Pinjami anda Rp 86,400,-

Bayangkan ada sebuah bank yang memberi anda uang sejumlah Rp. 86.400,- setiap paginya.

Semua uang itu dapat anda gunakan (tidak lebih).
Pada malam hari, bank akan menghapus sisa uang yang tidak anda gunakan selama sehari.
Coba tebak, apa yang akan anda lakukan?
Tentu saja, menghabiskan semua uang pinjaman itu.

Siapapun dari kita memiliki bank semacam itu; bernama WAKTU.
Setiap pagi, ia akan memberi anda 86.400 detik.
Pada malam harinya ia akan menghapus sisa waktu yang tidak anda gunakan untuk tujuan baik.
Karena ia tidak memberikan sisa waktunya pada anda.
Ia juga tidak memberikan waktu tambahan.

Setiap hari ia akan membuka satu rekening baru untuk anda.
Setiap malam ia akan menghanguskan yang tersisa.
Jika anda tidak menggunakannya maka kerugian akan menimpa anda.
Anda tidak bisa menariknya kembali.

Juga, anda tidak bisa meminta “uang muka” untuk keesokan hari.
Anda harus hidup di dalam simpanan hari ini.
Maka dari itu, investasikanlah untuk kesehatan, kebahagiaan dan kesuksesan anda.
Jam terus berdetak.
Gunakan waktu anda sebaik-baiknya.

Agar tahu pentingnya waktu SETAHUN, tanyakan pada murid yang gagal kelas.
Agar tahu pentingnya waktu SEBULAN, tanyakan pada ibu yang melahirkan bayi prematur.
Agar tahu pentingnya waktu SEMINGGU, tanyakan pada editor majalah mingguan.
Agar tahu pentingnya waktu SEJAM, tanyakan pada kekasih yang menunggu untuk bertemu.
Agar tahu pentingnya waktu SEMENIT, tanyakan pada orang yang ketinggalan pesawat terbang.
Agar tahu pentingnya waktu SEDETIK, tanyakan pada orang yang baru saja terhindar dari kecelakaan.
Agar tahu pentingnya waktu SEMILIDETIK, tanyakan pada peraih medali perak Olimpiade.

RENUNGANNYA……
“Hargailah setiap waktu yang anda miliki. Dan ingatlah waktu tidaklah menunggu siapa-siapa”

Read More......